Mau curhat ini.
Kemarin malam, aku dan dia pulang bareng habis rapat
bahas Acara Milad Day ke 9. Fakultas kami Fakultas Ilmu Keperawawtan UNISSULA
Semarang.
Saat itu pukul 21.59 wib aku nganter dia pulang ke
kos. Enggak tega dan khawatir kalo lihat cewek strong pulang sendirian. Makanya aku anter dia
pulang. Saat disuruh nganter di mulut bilang tidak, padahal di hati pengen banget. Haaaaha..
konyol.
Kejadian beneran,
dengan bosa-basi sana sini ke
temen lain yang pada saat itu juga lagi rapat. Dengan ejekan mereka yang genit.
Ajakan yang sedikit horor. Ya akhirnya aku mau nganter dia ke kos.
Di perjalanan bercerita sekedar melepas rindu yang
sudah lama tidak duduk satu jok motor dengan dia.
“kos mu masih yang dulu” kataku begitu
Jawab dia dengan asyik dan genit “yah masih
disitulah, ko sudah lupakah” (logat sulawesinya keluar)
Dalam hati senyum-senyum sendiri. Teringat,
merindukan akan hal seperti ini yang sering kita lakukan bersama-sama. Tapi ya
sudahlah. Tinggal kenangan indah.
Lanjut di perjalanan yang tadi. Awalnya,
berharapnya. Ada beberapa kata, ada pertanyaan apa gitu yang terucap dari dia, tapi saat itu
nothing. Tidak ada apa-apa yang dia tanyakan J. Senyum sajalah.
Hihiiiiiihi
“jalan ke kos mu masih yang dulu kan?” pertanyaan
yang tidak begitu penting juga dariku (supaya ada percakapan gitu, kesannya mau lepasin rasa kangen).
“Iya, masih yang dulu” masih dengan nada dan logat
dia
udah hanya itu percakapan sepanjang perjalanan dari kaligawe-kos kaca mobil. hanya dua pertanyaan dan dua jawaban. selesai. sedihnya.
Maunya sih ada percakapan yang agak lebih panjang
dikit gitu. Tapi, ya entahlah. Pikiran rasanya seperti saat awal ketemu, awal
berkenalan. Tidak karuan.
Mungkin suatu saat atau suatu hari kita dapat
berbicara yang indah, bercerita yang menarik, melepaskan kerinduan ini. aamiin.
Talking
to the moon